Kuasa Sebagai Anak Allah


Renungan: Kuasa Sebagai Anak Allah

Yohanes 1:12

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

Jadi, siapa yg dimaksud disini? Semua orang yang menerima Yesus!

Yohanes 1:13

orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

apakah Anda anak Allah? Kapan anda menerima kuasa sebagai anak Allah?

1 Yohanes 3:1

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Jadi status anda saat ini adalah anak Allah!!

Kita perlu benar-benar mengerti bagaimana sebenarnya status sebagai anak, sebab ini adalah suatu hal yang dahsyat karena memiliki kuasa yang luar biasa yang mungkin selama ini tidak kita sadari.

Masih ingat apa yang Anda lakukan ketika Anda berada dirumah orang tua Anda? Anda bebas melakukan apapun, Anda bisa makan apapun yang ada di kulkas, Anda bisa melakukan apapun dirumah orang tua Anda. Benar bukan??

Dan sudah seharusnya keberadaan Anda sebagai anak Allah mengubahkan hidup Anda selama Anda tinggal di dunia ini.

Mari kita lihat apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus tentang keadaan kita sebagai anak Allah.

Lukas 15:11-13

Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.

Apa yang dilakukan anak bungsu ini tentu bukan sesuatu yang baik untuk ditiru, tapi dari ayat ini kita bisa tahu bahwa seorang anak memiliki hak atas apa yang dimiliki Bapanya. bahkan dia berkata harta milik kita. Jadi sebagai anak, Anda memiliki hak atas harta orang tua Anda dan melakukan apapun atasnya.

dalam kisah ini si anak bungsu kemudian memboroskan hartanya dan menghabiskan untuk hidup berfoya-foya memenuhi keinginan dirinya sendiri, sampai kemudian tidak ada sisa lagi, sehingga dia harus pergi mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Setelah sampai pada kondisi paling mengenaskan, lalu kemudian dia sadar dengan keadaan dirinya.

Lukas 15:16-17

Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Sampai disini apakah statusnya sebagai “anak bungsu” itu hilang? lihatlah bagaimana anak bungsu ini sudah berbuat banyak kesalahan.

Lukas 15:18-19

Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya

yang menganggap bahwa dia tidak layak lagi disebut sebagai “anak” adalah dirinya sendiri !! mengapa dia merasa dirinya tidak layak? karena DOSA!!, dosa membuat kita merasa tidak layak dihadapan Allah, bahkan kita merasa tidak layak lagi disebut sebagai anak Allah.

TETAPI kebenarannya adalah “Apapun kondisi Anda, status Anda sebagai “anak” tidak berubah.

Lukas 15″20b

Ketika ia masih jauh , ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan . Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Saudara, statusnya sebagai anak, tidak hilang sekalipun dia melakukan banyak kejahatan, yang membuat dia terhilang adalah karena dia menjauhkan diri dari bapanya.

Sekalipun anak bungsu mengakui kepada bapanya bahwa dia tidak layak sebagai anak, hal itupun tidak mengubah kebenaran bahwa dia tetaplah anak.

Lukas 15″21-24

Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, h aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

sekali lagi, dosa tidak membuat status “anak” itu hilang. Yang harus dilakukan jika ada dosa adalah segera membereskannya, datang pada Tuhan, mengakui dosa Anda, mohon pengampunan, dan Anda akan diampuni.

1 Yohanes 1:9

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Tapi saya mau ajak Anda untuk renungkan hal ini. Jika anak bungsu tersebut tidak kembali kepada bapanya, apa yang terjadi? Dia akan terhilang selamanya!!

Jadi jika ada orang percaya yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya lalu kemudian meninggalkan Tuhan, maka dia akan terhilang selamanya. Tetapi selama masih ada kesempatan dan dia datang kepada Bapa, maka pengampunan akan diberikan kepadanya.

Nah, sekarang mari kita renungkan. Apa status sebagai “anak” ini membuat Anda merasa tenang? apakah anda masih kuatir? apakah masih ada ketakutan?

Anda adalah anak Allah sejak Anda menerima Yesus. Status Anda sebagai “anak Allah” tidak hilang meskipun Anda melakukan banyak kesalahan, asalkan Anda berusaha datang kembali kepada Bapa. Status Anda sebagai “anak Allah” akan hilang jika Anda menjauhkan diri dari Allah.

Status ini seharusnya mengubahkan hidup Anda dan membuat Anda tidak lagi kuatir atau ketakutan terhadap apapun. Dan bahkan kesadaran sebagai Anak Allah akan membuat Anda senantiasa berusaha untuk menjadi lebih baik setiap hari.

Tuhan Yesus Memberkati.



Ayo bagikan kesaksian Anda,